menu menu

Konsumsi daging di Inggris turun ke level terendah sejak pencatatan dimulai

Menurut laporan baru pemerintah, konsumsi daging di Inggris telah turun ke level terendah sejak pencatatan dimulai.

Akhirnya hari Jumat tiba, jadi mari kita sampaikan kabar baik bagi planet ini dan juga kesehatan nasional.

Sudah diketahui secara luas bahwa produksi daging merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap krisis iklim. Secara global, penggunaan sapi, babi, dan hewan lainnya untuk makanan bertanggung jawab atas 57 persen emisi pertanian dan 14.5 persen dari seluruh gas rumah kaca yang dihasilkan setiap tahunnya.

Mengurangi konsumsi daging – atau menerapkan gaya hidup vegetarian atau vegan sepenuhnya – telah lama disebut-sebut sebagai cara untuk mengurangi jejak karbon kita secara signifikan. Kini, data baru menunjukkan bahwa hal ini akhirnya terjadi di Inggris, namun kampanye yang mempromosikan pola makan nabati mungkin tidak sepenuhnya menjadi alasannya.

Ketika konsumsi daging di Inggris turun ke level terendah sejak pencatatan dimulai pada tahun 1970an, para ahli mengatakan bahwa krisis biaya hidup, yang kemungkinan besar disertai dengan masalah lingkungan dan kesehatan yang lebih luas, adalah faktor yang sebenarnya mendorong tren ini.

Mari kita lihat beberapa detail temuan mereka.

Meningkatnya biaya produksi daging

Bukan rahasia lagi bahwa biaya hidup menjadi lebih mahal selama setahun terakhir ketika Inggris bergulat dengan inflasi, masalah rantai pasokan, dan utang yang disebabkan oleh pandemi ini.

Harga makanan juga tidak terlepas dari kenaikan harga, dan hal ini menyebabkan masyarakat di Inggris memikirkan kembali kebiasaan makan mereka, berapa pun pendapatan mereka.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Agustus tahun lalu menemukan hal itu 28 persen penduduk Inggris secara aktif mengurangi konsumsi daging karena meningkatnya biaya hidup. Jika digali lebih dalam, penelitian ini menemukan bahwa 10 persen masyarakat berpenghasilan tertinggi mengonsumsi 10 persen lebih sedikit daging per minggu dibandingkan satu dekade lalu, sedangkan kelompok berpenghasilan terendah mengonsumsi 19 persen lebih sedikit.

Secara keseluruhan, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah rata-rata daging yang dikonsumsi masyarakat Inggris di rumah turun dari 976 gram per minggu pada tahun 2021 menjadi sekitar 854 gram per minggu pada tahun menjelang Maret 2022.

Jumlah ini mungkin tidak terlalu besar, namun akan sangat berdampak jika perilaku baru ini diterapkan oleh masyarakat di seluruh negeri.

Kabar baik lainnya bagi planet ini adalah daging merah – produk yang paling banyak menghasilkan karbon – mulai menghilang dari menu di banyak rumah tangga di Inggris. Tak heran, bila harga pasar steak daging sapi naik 10 persen dibandingkan setahun terakhir.

Bahkan harga ayam favorit global (dan secara tradisional lebih hemat biaya) telah naik sebesar 9 persen. Hal yang sama juga terjadi pada konsumsi ikan, dimana masyarakat mengonsumsi 135 gram makanan laut per minggu – turun dari 148 gram sebelum pandemi.

Orang-orang juga tidak hanya memasak lebih sedikit daging di rumah. Mereka berhati-hati saat makan di restoran, memesan lebih sedikit burger, kebab, dan daging. Data menunjukkan bahwa konsumsi daging yang dibawa pulang (takeaway) turun secara signifikan pada tahun 2021-2022, tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1980an.

Data ini menunjukkan bahwa harga makanan mempunyai dampak besar terhadap cara kita memutuskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Tapi bagaimana dengan masalah lingkungan?


Masalah etika dan lingkungan

Di Inggris, sekitar 1.2 miliar hewan yang hidup di darat dipelihara dan dibunuh untuk dimakan setiap tahun.

Sebagian besar hewan-hewan ini tumbuh di dalam pabrik peternakan, di mana mereka terpaksa hidup di lingkungan sempit dan kemudian dibunuh dengan cara yang brutal.

Kesadaran tentang sisi gelap industri produksi daging semakin meningkat berkat film dokumenter populer dan kampanye yang didorong oleh organisasi hak asasi hewan.

Orang-orang tidak hanya mulai menanyakan pertanyaan etis yang lebih mendalam tentang perjalanan steak mereka sampai ke piring, namun mereka juga menjadi sadar akan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh konsumsi daging.

Memelihara sapi dan hewan ternak lainnya membutuhkan lahan yang luas untuk penggembalaan. Kebutuhan akan ruang ini mendorong deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati di beberapa wilayah yang paling kaya akan alam di dunia, termasuk hutan hujan Amazon.

Hilangnya keajaiban alam ini menyedihkan dari sudut pandang moral, namun konsekuensi terkait perubahan iklim juga sangat mengerikan. Penebangan hutan global tidak hanya melepaskan berton-ton simpanan CO2 ke atmosfer, tetapi juga menyebabkan kita tidak memiliki penyerap karbon penting yang secara alami berfungsi membantu menjaga planet kita tetap sejuk.

Meskipun pola makan vegetarian dan vegan belum diadopsi oleh mayoritas penduduk di Inggris, tren penurunan konsumsi daging ini merupakan sebuah kemenangan besar bagi planet ini, terlepas dari apakah hal tersebut didorong oleh biaya atau masalah sosial dan lingkungan – atau keduanya.

Aksesibilitas